Mari Berdo’a yang tidak Mengandung Dosa atau Pemutusan Tali Kekerabatan.

Saya yakin, sahabat-sahabat sudah banyak tahu. Tapi saling mengingatkan itu akan saling menguatkan. 
Doa kita pasti dikabulkan. Allah tidak pernah mengecewakan hamba-Nya yang berdoa. Selama doa kita tidak mengandung dosa atau pemutusan tali kekerabatan.
Andaikata tidak dikabulkan di dunia, di akhirat akan diberi lebih baik. Dulu kamu minta rumah besar di dunia? Allah tidak memberimu? Itu karena Allah akan memberikan rumah lebih besar, lebih indah, dan lebih baik di akhirat.
Kamu minta pasangan hidup yang baik? Allah tidak memberimu? Padahal kamu tidak berhenti berdoa? Itu karena Allah akan memberimu pasangan hidup yang lebih baik di akhirat.
Begitu seterusnya, kamu dan saya meminta sehat, rezeki lancar, teman-teman dan saudara-saudara yang baik, juga banyak permintaan lainnya. Jika memang kita terus berdoa di dunia meminta semua itu, lalu ada sebagian yang tidak dikabulkan, atau bahkan semuanya, ketahuilah bahwa Allah menyimpan doamu untuk dikabulkan di akhirat. Supaya kita mendapatkan yang lebih baik daripada yang kita minta.
Kadang, bukan di dunia atau di akhirat. Doa kita tidak dikabulkan dalam bentuk seperti permintaan kita. Tapi Allah mengganti kita dengan menghindarkan kita dari keburukan yang senilai dengan permintaan kita. Allah tidak memberi kita rumah yang kita minta, tapi Dia menghindarkan kita dari tetangga buruk yang akan membuat hidup kita susah sampai tua.
Saudaraku, Allah Mahatahu sedangkan kita tidak tahu.
Sahabatku, kadang satu dua tahun doa kita belum dikabulkan. Jangan kecewa dan buru-buru. Karena doa Nabi Musa baru dikabulkan empat puluh tahun berikutnya. Jangan merasa doamu sia-sia. Allah mendengar dan menyukai doa-doa yang kau panjatkan itu. Dia suka melihatmu terus menggantungkan harapanmu pada-Nya. Hanya pada-Nya. Dan jika saatnya tiba, Allah kabulkan doamu dengan cara yang begitu indah. Pada saat yang paling indah.
Bukankah Allah menenggelamkan Firaun di Laut Merah, di saat paling sulit yang dilalui oleh Musa dan para pengikutnya. 
Sahabat. Para rasul pernah hampir putus asa. Tapi mereka tidak pernah putus asa. Engkau dan aku pun jangan pernah putus asa. Karena hanya orang-orang kafir yang putus asa dari tahmat Allah.
Satu hal lagi yang ingin saya ingatkan, untuk sahabatku. Jangan sia-siakan waktu mustajab berdoa. Di antaranya waktu antara adzan dan iqamah. Berdoalah, seperti yang diajarkan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam kepada sahabat-sahabatnya. Bunyi doa itu:
اللهم إنا نسألك العفو والعافية في الدنيا والآخرة.
” Ya Allah, hapuskan kesalahan kami dan hindarkan kami dari segala bencana. Berilah kami ampunan dan kesehatan serta kesentausaan. Di dunia dan akhirat.”
Sudahkah engkau melakukannya? Mungkin kamu lupa, sebagaimana aku juga sering lupa. Sekarang, mari kita saling mengingatkan. Berdoalah kepada Allah di waktu-waktu ijabah. Semoga aku juga selalu begitu. Kita memang selalu membutuhkan-Nya. Tidak perlu merasa malu, bahwa kita memang hamba-Nya dan selalu membutuhkan-Nya.
Semangat pagi. Semoga pagi ini hidup kita lebih diberkahi. Aamiin ya Rabb!
Hawin Murtadlo Bukhori

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *