Pitutur yang Baik

Posted Leave a comment

Wong Nrimo, Uripe Dowo
Wong Sabar, Rejekine Jembar *
Wong Ngalah, Uripe bakal Berkah

Sopo sing Jujur, uripe Makmur
Sopo sing Suloyo, uripe Sengsoro
Sopo sing Sombong, amale bakal Kobong
Sopo sing Telaten, bakal Panen

Ojo podo Nggresulo, mundak gelis Tuwo
Sing wis Lungo, Lalekno
Sing durung Teko, Entenono
Sing wis Ono, Syukurono Iki pituture wong tuwo, ojo nganti lali, eling-elingono lan lakonono..

Sehat kuwi yen:
🔸Awake waras,
🔹Nduwe beras,
🔸Utange lunas,
🔹Mangan enak..
🔸Turu kepenak..
🔹Ngibadah jenak..
🔸Tonggo semanak..
🔹Keluarga cedhak..
🔸Bondo cemepak..
🔹Suwargo mbukak..
🔸Sedulur grapyak..
🔹Ono panganan ora Cluthak..
🔸Ketemu konco grapyak
🔹Ora seneng nggetak-nggetak
🔸Gaweane ora mung macak
🔹Opo maneh mung mencak-mencak
🔸Karo konco yo semanak
🔹Omongane ora tau sengak
🔸Di rungokke yo kepenak .

Mari Berdo’a yang tidak Mengandung Dosa atau Pemutusan Tali Kekerabatan.

Posted Leave a comment
Saya yakin, sahabat-sahabat sudah banyak tahu. Tapi saling mengingatkan itu akan saling menguatkan. 
Doa kita pasti dikabulkan. Allah tidak pernah mengecewakan hamba-Nya yang berdoa. Selama doa kita tidak mengandung dosa atau pemutusan tali kekerabatan.
Andaikata tidak dikabulkan di dunia, di akhirat akan diberi lebih baik. Dulu kamu minta rumah besar di dunia? Allah tidak memberimu? Itu karena Allah akan memberikan rumah lebih besar, lebih indah, dan lebih baik di akhirat.
Kamu minta pasangan hidup yang baik? Allah tidak memberimu? Padahal kamu tidak berhenti berdoa? Itu karena Allah akan memberimu pasangan hidup yang lebih baik di akhirat.
Begitu seterusnya, kamu dan saya meminta sehat, rezeki lancar, teman-teman dan saudara-saudara yang baik, juga banyak permintaan lainnya. Jika memang kita terus berdoa di dunia meminta semua itu, lalu ada sebagian yang tidak dikabulkan, atau bahkan semuanya, ketahuilah bahwa Allah menyimpan doamu untuk dikabulkan di akhirat. Supaya kita mendapatkan yang lebih baik daripada yang kita minta.
Kadang, bukan di dunia atau di akhirat. Doa kita tidak dikabulkan dalam bentuk seperti permintaan kita. Tapi Allah mengganti kita dengan menghindarkan kita dari keburukan yang senilai dengan permintaan kita. Allah tidak memberi kita rumah yang kita minta, tapi Dia menghindarkan kita dari tetangga buruk yang akan membuat hidup kita susah sampai tua.
Saudaraku, Allah Mahatahu sedangkan kita tidak tahu.
Sahabatku, kadang satu dua tahun doa kita belum dikabulkan. Jangan kecewa dan buru-buru. Karena doa Nabi Musa baru dikabulkan empat puluh tahun berikutnya. Jangan merasa doamu sia-sia. Allah mendengar dan menyukai doa-doa yang kau panjatkan itu. Dia suka melihatmu terus menggantungkan harapanmu pada-Nya. Hanya pada-Nya. Dan jika saatnya tiba, Allah kabulkan doamu dengan cara yang begitu indah. Pada saat yang paling indah.
Bukankah Allah menenggelamkan Firaun di Laut Merah, di saat paling sulit yang dilalui oleh Musa dan para pengikutnya. 
Sahabat. Para rasul pernah hampir putus asa. Tapi mereka tidak pernah putus asa. Engkau dan aku pun jangan pernah putus asa. Karena hanya orang-orang kafir yang putus asa dari tahmat Allah.
Satu hal lagi yang ingin saya ingatkan, untuk sahabatku. Jangan sia-siakan waktu mustajab berdoa. Di antaranya waktu antara adzan dan iqamah. Berdoalah, seperti yang diajarkan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam kepada sahabat-sahabatnya. Bunyi doa itu:
اللهم إنا نسألك العفو والعافية في الدنيا والآخرة.
” Ya Allah, hapuskan kesalahan kami dan hindarkan kami dari segala bencana. Berilah kami ampunan dan kesehatan serta kesentausaan. Di dunia dan akhirat.”
Sudahkah engkau melakukannya? Mungkin kamu lupa, sebagaimana aku juga sering lupa. Sekarang, mari kita saling mengingatkan. Berdoalah kepada Allah di waktu-waktu ijabah. Semoga aku juga selalu begitu. Kita memang selalu membutuhkan-Nya. Tidak perlu merasa malu, bahwa kita memang hamba-Nya dan selalu membutuhkan-Nya.
Semangat pagi. Semoga pagi ini hidup kita lebih diberkahi. Aamiin ya Rabb!
Hawin Murtadlo Bukhori

Ghazwul Fikri atau Perang Pemikiran

Posted Leave a comment
Renungan hari ini…
Ibu Guru berjilbab rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan :“Syari’at Islam”Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata,”Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah “Kapur!”, jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah “Penghapus!”Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti.Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat…. Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata,”Baik sekarang perhatikan….!Jika saya angkat kapur, maka berserulah “Penghapus..!”, jika saya angkat penghapus,maka katakanlah “Kapur..!!!”.Dan permainan diulang kembali.Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat…, Permainan berhenti…Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya…”Anak-anak…,begitulah ummat IslamAwalnya kalian jelas dapat membedakan yang Haq itu Haq…! Dan yang Bathil itu BathiL…!!!.Namun kemudian…,musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang Haq itu menjadi Bathil, dan sebaliknya….Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut.., tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka,akhirnya….. Lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu…!!!Dan kalian mulai dapat mengikutinya..Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika :~. Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik,~. Zina tidak lagi jadi persoalan,~. Pakaian seksi menjadi hal yang Lumrah,~. Materialistik kini menjadi suatu gaya hidup,~. Korupsi menjadi kebanggaan, dan lain lain……!!!!!Semuanya sudah terbalik….!!!Dan… tanpa disadari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya.Paham…….????”, tanya Guru kepada murid-muridnya.”Paham Bu Guru”….”Baik……..! =========-.
Permainan KEDUA
Ibu Guru melanjutkan. “Bu Guru ada Qur’an, Bu Guru akan meletakkannya di tengah karpet. Quran itu “dijaga” sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet.Sekarang anak-anak berdiri di luar karpet. Permainannya adalah….,Bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa memijak karpet….???”Murid-muridnya berpikir….Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasiL…..!!!Akhirnya…..Sang Guru memberikan jalan keluar :…digulungnya karpet, dan ia ambil Qur’an ditukarnya dengan buku filsafat materialisme!… Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet…!!!”Murid-murid…..,Begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya…Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-injak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah…Orang biasapun tidak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka….Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir…., sehingga kalian tidak sadar….!!!Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat,maka dibina pondasi yang kuat.Begitulah ummat Islam.. Jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat…!!!Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau fondasinya dahulu..Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu,Kursi dipindahkan dahulu, Lemari dikeluarkan dahulu satu persatu,Baru kemudian rumah dihancurkan…!!!””Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kalian.Mereka tidak akan menghantam terang-terangan, tetapi ia akan perlahan-lahan meletihkan kalian..Mulai dari perangai, cara hidup, pakaian dan lain-lain, Sehingga meskipun kalian itu Muslim, tetapi kalian telah meninggalkan Syari’at Islam sedikit demi sedikit.Dan itulah yang mereka inginkan…!!!”========”Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Bu Guru….???Tanya mereka……Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang….,misalnya….-. Perang Salib, -. Perang Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang… tidak lagi…! Begitulah ummat Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar…., akhirnya hancur…!!!Tetapi kalau…. diserang serentak terang-terangan, baru mereka akan sadar…..!!!, Lalu mereka bangkit serentak.!!!Selesailah pelajaran kita kali ini… , dan mari kita berdo’a dahulu sebelum pulang..”Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya….***Ini semua adalah fenomena “Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran)”Dan inilah……yang dijalankan oleh musuh-musuh Islam.Allah berfirman dalam suratAt Taubah yang artinya:”Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka,sedang Allah tidak mau selain menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir itu benci akan hal itu.” ( QS. At-Taubah 9 : 32 )Musuh-musuh Islam berupaya dengan kata-kata yang membius ummat Islam… untuk merusak aqidah ummat umumnya, khususnya Generasi Muda MuslimKata-kata membius itu disuntikkan sedikit demi sedikit melalui Mas Media, Grafika dan ELektronika, Tulisan-tulisan dan Talk show, hingga tak terasa…..Maka tampak dari ‘Luar’ masih Muslim.,Padahal ‘internal dalam’ jiwa ummat, Khususnya generasi muda… sesungguhnya sudah ibarat poteng (tapai singkong, peuyeum). Maka rasakan dan Pikirkanlah itu..!!!!!Dan ingatlah……..Bahwa dunia ini hanya persinggahan sementara……. ingatlah akan Hari Pengadilan….!!!
WaLlahu a’lamu Bishshawab

(H. Muh Nur Abdurrahman)Sumber : Eramuslim